Sabtu, 17 Maret 2012

sleep paralysis


Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.
Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya 'erep-erep'. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.
Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.
Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.
Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.
Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.
Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.
Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama
Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan ataulifestyle.

Selasa, 21 Februari 2012

Sidik jari (bahasa Inggris: fingerprint) adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit telapak tangan atau kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari, dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah atau alur yang membentuk struktur tertentu.
Tetapi darimana asal sidik jari dan apakah benar bahwa semua sidik jari tiap orang berbeda beda??? Nah jika kalian memperhatikan dengan cermat, kamu akan mengetahui bahwa sidik jari terbuat tonjolan dari kulit. Tonjolan ini tidak terlalu bersambungan, tonjolan ini berhenti, terpecah menjadi dua, membentuk semacam kantung kecil (disebut “danau”) dan bahkan sekali kali tampak saling bersilangan. Sifat sifat individual yang menimbulkan perbedaan sidik jari orang yang satu dengan yang lain.

Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.
Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.
Sidik jari sudah terbentuk sebelum lahir, dalam perkembangan tangan. Sidik jari tidak benar benar terbentuk dalam kulit, tetapi disebabkan oleh tonjolan dalam daging yang berada di bawah kulit. Genetika ikut berperan dalam informasi ini, tetapi bahkan kembar identik mepunyai sidik jari yang berbeda. Sidik jari dapat diklasifikasikan menjadi sejumblah pola, yang membuat kita dapat mebuat katalog dan mencari sidik jari dengan lebih mudah. Sebagai intermezo aja ni, bagaimana kamu dapat meninggalkan sidik jari ditempat kejadian perkara? Pori pori kulit menghasilkan minyak dan keringat, yang tersebar dijarimu, kalo kamu menyentuh sesuatu, cairan ini tertinggal dipermukaan, dalam bentuk bekas sidik jari, nah dari proses inilah pihak kepolisian dibantu dengan pihak ahli meneliti dan mengidentikfikasi bekas sidik jari ini untuk dicarikan orang yang meninggalkan bekas sidik jari ini.